Jumat, 24 April 2009

Peduli Generasi Karo dan Pendidikan di Tanah Karo antara Harapan atau Keinginan ??

(Sebuah pergumulan tentang masa depan Generasi Karo di masa yang akan datang dan masalah peningkatan mutu Pendidikan di Tanah Karo)
Terimakasih kami ucapkan kepada Bung Andy Natanael Ginting Manik SH, MM yang telah memberikan Beasiswa kepada 1000 Anak di Tanah Karo Simalem, beliau adalah Kandidat Bupati Karo 2010-2015 dari Calon Independent!!

Jujur dari hati saya yang paling terdalam tidak ada maksud lain untuk membuat artikel sederhana ini, bukan untuk menyinggung siapa-siapa, tidak lain tidak bukan adalah sebuah pergumulan saya secara pribadi tentang masa depan Generasi Karo dan peningkatan mutu pendidikan di Tanah Karo. Saya yakin banyak sekali teman-teman atau tokoh Karo yang juga bergumul tentang masalah ini. Saya hanya mau memberikan kontribusi Informasi bagi siapa saja pembaca Majalah Maranatha ini, mungkin belum melihat masalah ini, atau juga mungkin belum di jadikan sebagai sebuah prioritas dalam program pendidikan di Tanah Karo yang kita cintai ini. Atau juga saya yang salah melihat, namun tidak salah juga bila dijadikan sebagai sebuah bahan Studi banding di kemudian hari sehingga pergumulan ini saya sampaikan. Sekaligus agar tidak mengganjal di hati ini. Bagaimana sebenarnya membangun Tanah Karo ini? Menurut saya, salah satunya adalah dimulai dari peningkatan mutu pendidikan di Tanah Karo. Sehingga suatu saat nanti bila mutu pendidikan sudah baik, maka sudah barang tentu SDM Generasi Karo akan membaik dan akhirnya akan berdampak bagi pembangunan di Tanah Karo kearah yang lebih baik pula. Semisal begini “bibit yang baik akan menghasilkan pohon dan buah yang baik pula tentunya”.
Bila SDM di Tanah Karo sudah baik maka harapan kita kedepan semua aspek atau bidang akan baik pula misalnya di bidang pertanian, kesehatan, hukum, ekonomi, sektor pariwisata, peningkatan pendapatan daerah sekaligus peningkatan pendapatan rakyat Tanah Karo. Hal ini sangat penting, menyangkut masa depan Tanah Karo dan Generasi Karo kedepannya. Sebagaimana yang kita ketahui bersama bahwa orang Karo di perantauan memiliki banyak potensi dalam SDM yang bisa kita ajak untuk duduk bersama demi membangun Tanah Karo. Saya ambil misalnya contoh begini, bagaimana memajukan pendidikan di Tanah Karo, kita memiliki banyak para pakar pendidikan (tink tank atau pemikir) yang bisa kita undang untuk menyampaikan program atau tehnik dan cara mereka untuk memajukan pendidikan di Tanah Karo mulai dari TK, SD, SMP sampai SMU. Para “Pakar Pendidikan itu” sudah memiliki jam terbang yang tinggi dan memang sangat sukses membangun sektor pendidikan ditempat mereka berada (Medan, Jakarta dan Bandung).
Sangat baik bila kita mengundang mereka duduk bersama untuk membangun pendidikan di Tanah Karo yang kita cintai ini. Saya secara pribadi sangat optimis bila ini dilakukan atau dilaksanakan maka 20-30 tahun kedepan ada sesuatu yang baru di Tanah Karo yang kita cintai ini. Tanah Karo akan bangkit dan seturut juga di bidang yang lain karena kata kuncinya adalah pendidikan. Maka SDM di Tanah Karo pasti akan semakin lebih baik. Kenapa kita tidak mencobanya?? Seperti teman-teman kita dari daerah Tapanuli dan Padang, mereka peduli masalah pendidikan di kampung halamannya sehingga kita bisa melihat hasilnya saat ini, saudara kita dari Tapanuli dan Padang sangat banyak berkiprah di mana-mana (maksudnya di instansi Pemerintah, BUMN maupun Swasta). Mengapa itu bisa terjadi karena mereka mempedulikan pendidikan bagi generasinya di kampung masing-masing, lihat saja tokoh-tokoh mereka yang membangun kampung halamannya seperti TB Silalahi, Jenderal Luhut Panjaitan, GM Panggabean, Akbar Tanjung, Feisal Tanjung, Dino Pati Jalal (mereka membangun SMU plus, Universitas dan sarana Infrastruktur di daerah mereka masing-masing, demi Generasinya). Bagaimana dengan kita?
Perlu kita ingat mereka bisa berhasil dan tampil di semua lini pemerintah pusat maupun daerah bahkan di sektor swasta mereka kuasai (ini contoh yang jelas) hal ini terjadi bukan secara kebetulan tapi ini telah lama mereka bangun sejak 40-50an tahun yang lalu. Dan ini terus berlanjut alias ada regenerasinya karena mereka tidak lupa selalu mengkader generasinya untuk maju dan bisa memimpin. Mari kita lihat contohnya di Republik ini, sejak Presiden Alm Soekarno, Soeharto, Habibie, Gusdur, Megawati sampai Susilo Bambang Yudhoyono. Orang-orang dilingkaran 1 nya pasti ada orang Batak Toba dan Padang. Baik itu yang menjadi Menteri, Staf Ahli maupun Dirjennya. Bahkan siapapun nanti Presiden di RI ini sudah hampir dapat di pastikan mereka (orang Tapanuli dan orang Padang) akan tampil. Sekali lagi ini hanya contoh saja agar kita juga melakukan hal yang sama, orang lain bisa, mengapa kita tidak lakukan? Saya yakin kalo hal ini kita mulai dari sekarang tidak tertutup kemungkinan suatu saat nanti siapapun Presiden di RI ini maka Orang-orang Karo atau Generasi Karo akan tampil di Lingkaran 1 Presiden, yang akan menjadi Menteri dan Dirjennya adalah orang-orang Karo yang berkualitas dan takut akan Tuhan Yesus (Saya yakin suatu saat Orang Jujurlah yang akan memimpin Negeri kita ini maka dari itu kita harus mempersiapkan Kader kita dari sekarang, dengan cara Peduli pendidikan di Tanah Karo).
Sebut saja contoh begini, calon pemimpin kita di masa akan datang ditentukan oleh berapa jumlah orang-orang Karo yang ada di Akpol, Akmil, AL dan AU saat ini? Di STAN, Akademi POS, Akademi Tekom, STPDN atau IIP? Juga di UI, UGM, ITB, UNPAD, UNDIP, IPB, UNAIR, USU, UNAND, UNRI. Hal ini penting karena apapun ceritanya sebahagian besar dari merekalah nanti yang akan memimpin Negeri kita ini. (maaf bukan berarti kampus Swasta tidak di perhitungkan namun ini hanya contoh bahwa kita sudah kalah bersaing dengan yang lain dari segi kwalitas dan pengetahuan sehingga menyebabkan orang-orang Karo hampir tidak kelihatan lagi). Untuk bisa masuk kesana harus memiliki kemampuan yang baik secara pengetahuan dan kesehatan yang prima, jadi sangat perlu menguatkan pendidikan dasar (TK, SD, SMP dan SMU) di kampung halaman kita tadi (Tanah Karo). Dengan demikian bila SDM di Tanah Karo sudah baik, maka mereka akan lulus di PTN atau Akademi-akademi diatas, nah dengan demikian maka ketika Generasi Karo banyak mengisi Kampus-kampus itu maka kedepan pasti kita memiliki kader alias calon pemimpin yang baik untuk masa-masa yang akan datang. Gampang kan? Masalahnya apakah SDM di Tanah Karo udah mantap? Apakah anak-anak kita Generasi dari Tanah Karo siap bersaing dengan yang lain?
Masalah ini bisa kita rubah kearah yang lebih baik asal kita mau untuk memulainya. Kalo soal tokoh-tokoh, kita juga punya banyak tokoh kaliber yang tak kalah dengan tokoh-tokoh dari daerah yang lain sebut saja Andy Natanael Ginting Manik SH, MM, Ir Derom Bangun, Baltasar Tarigan SE, Jenderal Raja Kami Sembiring, Pt Drs Inget Sembiring, GT Surbakti, DR Simon Sembiring, Letjen Amir Sembiring, Brigjen Rajiman Tarigan, Dr Robert Valentino Tarigan, Prof Ramlan Surbakti, Prof Masno Ginting, Putera Kaban MH, Budi Surbakti, Dr Santoso Karo-karo, Dr Bakti Jos Ginting, Ir Cerdas Kaban, Andrianus Melialla, Prof Firman Tambun, Antonio Surbakti, Ir Jonathan Ikuten Tarigan Dll. Dan masih banyak deretan nama yang bisa kita undang untuk duduk bersama demi membangun Tanah Karo yang kita cintai. Saya pikir Pemkab Tanah Karo dan Moderamen sangat cocok sebagai pengundang (Fasilitator) dan kami sebagai “Pemerhati Sosial” dan sekaligus juga sebagai penerus kepemimpinan “Gereja dan Tanah Karo” ini bersedia bekerja sama untuk mengadakan acara “Misi Mulia yang besar ini”. Kedua Instansi atau Lembaga ini perlu duduk bersama memikirkan masalah Generasi Karo dan Pendidikan ini, kalau bukan mereka lalu siapa lagi yang akan mempedulikannya?
Pertemuan rutin bisa di lakukan persemester atau pertahun jadi tidak mengganggu kesibukan Bapak-bapak kita yang tentunya memiliki kesibukan di masing-masing instansinya. Bisa juga sarana Email atau Internet di gunakan untuk masukan-masukan buat Pembangunan Pendidikan di Tanah Karo Simalem ini. Saya berani mengatakan Bapak-bapak (Tokoh Karo) kita ini pasti sangat senang bila di ikut sertakan dalam membangun kampung halamannya Tanah Karo Simalem, mungkin juga mereka tidak mengharapkan apa-apa alias rela tidak di bayar bila pemikirannya di pakai untuk membangun Tanah Karo kedepan. Yah namun sekali lagi ini hanya harapan dan keinginan Saya semata, sekali lagi karena rasa kecintaan Saya buat Tanah Karo dan Generasi Karo. Bila memungkinkan Pemkab Tanah Karo dan Gereja GBKP mau mendengarkan aspirasi ini lalu bisa dilaksanakan, maka inilah cikal- bakal Generasi Muda Karo bisa tampil sebagai Calon-calon Pemimpin di negeri ini. Wah sangat luar biasa ya, sungguh amat menyenangkan sekali, sebuah kabar atau berita yang sangat menggembirakan.
Karena kita telah melakukan sebuah terobosan baru alias mereformasi hal-hal yang selama ini belum dilakukan. Bisa di katakan sebuah sejarah baru di Tanah Karo. Ini demi Tanah Karo dan Generasi Karo, kami siap membantu dan mendukung kegiatan mulia ini, baik dalam Doa, pikiran dan tenaga. Dan Saya juga sangat yakin bahwa banyak teman-teman atau tokoh Karo yang ada di dalam maupun luar negeri merindukan hal ini. Harapan kita bersama kiranya keinginan ini bisa terwujud dalam waktu yang tidak terlalu lama. Walaupun kita tahu hal ini tidak mudah untuk di lakukan, namun janganlah kiranya hal itu membuat kita takut untuk melakukannya. Agar kita tidak ketinggalan dari yang lain!! Semoga!!

NB : alamat email Saya : masada.sinukaban@yahoo.co.id
Blogg : kesaktianpeduligenerasi.com

Kita bisa mempergunakan jasa Internet, Handphone sebagai sarana Komunikasi untuk mewujudkan Harapan dan Keinginan kita untuk Peduli Pendidikan di Tanah Karo dan Generasi Karo kedepan.

Terima Kasih Kami Ucapkan Kepada : Bung Andy Natanael Ginting Manik SH, MM (Calon Bupati Karo 2010-2015 Dari Independent) yang telah memberikan Beasiswa kepada 1000 Anak di Tanah Karo dan Peduli Pendidikan.


Firman Tuhan dari Amsal 1:7 “Takut akan Tuhan adalah permulaan pengetahuan, tapi orang bodoh menghina hikmat dan didikan”

Tuhan Yesus Memberkati Amen

Pdt Masada Sinukaban
KESAKTIAN PEDULI GENERASI INDONESIA.
Warga Karo dan jemaat GBKP Perlu belajar dari Kel Jonatan Edward dibawah ini!!!

Warisan Keluarga

Kel Max Jukes (New York), tidak percaya Tuhan, Tidak Percaya Firman Tuhan Yesus dan Gereja, dari 1026 keturunannya:

— 300 orang menjadi penghuni LP, pada rata-rata umur 13 th.
— 190 orang menjadi pelacur
— 680 orang pecandu alkohol
— Merugikan negara sebesar US $ 420.000

Kel Jo Edwards (New York), melayani Tuhan dengan seluruh keluarganya, dari 920 keturunannya:

— 430 orang Hamba Tuhan
— 86 orang Presiden Universitas
— 75 orang Pengarang buku best seller
— 5 orang anggota Konggres
— 2 orang anggota Senat
— 1 orang wakil Presiden USA
Ayo Belajar dari Tuhan Yesus dengan meneladani Karakternya!!! Agar Orang Karo dan warga GBKP maju terus!!! Jadi kepala, jangan jadi ekor!!!!

Pribadi Unggul?? Belajar dari
49 Karakter Kristus
!!

Seperti Kemilau sebuah Berlian, Sukses dalam setiap area Kehidupan akan terpancar melalui Pengembangan setiap sisi Karakter kita. Dengan membangun Karakter, kita akan dapat mencapai potensi diri Optimal. Ayo Kita belajar dari Karakter Tuhan Yesus Kristus!!
Firman Tuhan : “Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu Pengharapan, Iman dan Kasih, dan yang paling besar diantaranya ialah Kasih. I Korintus 13:13.

Alert (Waspada/Siaga): Memperhatikan yang terjadi disekitar kita sehingga dapat menanggapi dengan benar.
Attentive (Penuh perhatian) : Menunjukkan penghargaan kepada seseorang atau suatu tugas dengan konsentrasi penuh.
Availabe (Siap sedia melayani/Tidak egois) : Mengutamakan keinginan orang yang dilayani diatas jadwal dan prioritas pribadi.
Benevolent ( Penuh kebaikan/Kasih) : Memenuhi kebutuhan dasar orang lain tanpa pamrih.
Bold (Berani) : Berani karena perkataan atau perbuatan kita benar, adil dan baik.
Coutious ( Berhati-hati / penuh pertimbangan) : Mengetahui pentingnya waktu yang tepat dalam melakukan sesuatu yang benar.
Compassionate ( Simpati/ berbelaskasihan ) : Ikut merasakan apa yang dirasakan orang lain.
Content (Berpuas Hati/ Tidak Tamak) : Menyadari bahwa kebahagiaan sejati tidak bergantung pada hal-hal materi.
Creative (Kreatif) : Melakukan pendekatan terhadap sesuatu kebutuhan, tugas, atau ide dengan perspektif baru.
Decisive (Tegas) : Mampu dalam mengenal faktor-faktor penting yang mengambil keputusan yang sulit.
Deference (Santun/Sopan) : Membatasi kebebasan agar tidak mengganggu orang lain di sekitar kita.
Dependable (Dapat dipercaya/Diandalkan) : Melakukan yang telah disepakati walaupun harus berkorban.
Determinate (Bertekat kuat/Ulet) : Berketetapan untuk terus mencapai tujuan yang benar, pada saat yang tepat, meski menghadapi banyak tantangan.
Diligent (Rajin/Tekun) : Menggunakan waktu dan tenaga untuk menyelesaikan tugas yang dipercayakan dengan segenap hati.
Discern (Cerdas/Berpikir Tajam/Berhikmat) : Memahami penyebab suatu kejadian atau masalah dengan lebih mendalam.
Discreet (Arif) : Mengenali dan menghindari kata-kata, tindakan dan sikap yang dapat menimbulkan akibat/konsekuensi yang tidak diinginkan.
Edurance (Tekun/gigih/tabah) : Memiliki kekuatan dari dalam diri ketika menghadapi tekanan dan tetap melakukan yang terbaik.
Enthusiastic (Antusias/bersemangat) : Dengan riang melakukan usaha terbaik dalam setiap tugas.
Faithul (Percaya/Beriman) : Yakin bahwa tindakan berdasarkan karakter akan menghasilkan yang terbaik, meski kita belum memahami.
Flexible (Bisa menyesuaikan diri/Fleksibel) : Memiliki kemauan untuk mengubah rencana atau ide sesuai arahan pimpinan.
Forgiving (Pemaaf): Mengampuni dan melupakan kesalahan orang lain serta tidak menaruh dendam.
Generous (Murah Hati) : Dengan teliti mengelola segala sumberdaya sehingga dapat dengan bebas memberi kepada yang memerlukan.
Gentle (Lembut) : Menunjukkan perhatian dan kepedulian kepada orang lain dengan sikap santun.
Grateful (Tahu berterima kasih) : Menyatakan kepada orang lain melalui perkataan dan tindakan bahwa mereka telah berjasa bagi hidup kita.
Honor/Respectful (Hormat/menghargai) : Menghargai para Pemimpin karena otoritas lebih tinggi yang mereka miliki.
Hospitable (Ramah/suka memberi tumpangan/ suka menjamu) : Dengan ceria berbagi makanan, minuman, tempat berlindung dan percakapan dengan orang lain.
Humble (Rendah hati) : Mengakui bahwa pencapaian prestasi yang diraih adalah hasil dari bantuan Tuhan dan orang lain dalam hidup kita.
Initiative (Berinisiatif/cepat tanggap) : Mengetahui dan melakukan apa yang perlu dilakukan sebelum diminta.
Joyful (Penuh suka cita) : Menjaga sikap yang baik meskipun sedang dalam kondisi yang tidak menyenangkan.
Just (Adil) : Memiliki kesadaran dan tanggungjawab pribadi untuk menegakkan hal yang murni, baik dan benar.
Loyal (Setia) : Menggunakan saat-saat sulit untuk menunjukkan komitmen kepada orang-orang yang dilayani.
Meek (Lembut hati/suka mengalah) : Menyerahkan hak dan tuntutan pribadi demi keinginan untuk melayani.
Obedient (Taat) : Dengan segera dan senang hati melakukan perintah dari orang-orang yang bertanggungjawab atas kita.
Orderly (Tertib/teratur) : Mampu untuk mengatur diri sendiri dan lingkungan sekitar untuk meningkatkan efisiensi.
Patient (Sabar) : Melewati masa sulit tanpa mengeluh dan memberikan tenggat waktu.
Persuasive (Bisa meyakinkan orang) : Membimbing orang lain dengan penjelasan yang benar sehingga dapat menerima tanpa paksaan.
Punctual (Tepat waktu) : Menghargai orang lain dengan melakukan yang benar pada saat yang tepat.
Resourceful (Berdaya guna) : Menemukan carra praktis untuk memanfaatkan sumberdaya yang tak bernilai bagi orang lain.
Responsible (Bertanggungjawab) : Mengetahui dan melakukan apa yang diharapkan dari kita.
Secure (Tidak Kuatir/tidak takut/merasa aman) : Membangun hidup dengan hal-hal yang tidak dapat dihancurkan atau direnggut oleh siapa atau apapun.
Self Control (Penguasaan diri) : menolak keinginan yang salah dan melakukan yang benar.
Sensitive (Peka) : Memahami sikap dan perasaan yang sebenarnya dari orang lain disekitar kita.
Sincere (Tulus) : Selalu melakukan yang benar dengan motif yang transparan.
Thorough (Cermat/teliti) : Mengetahui faktor yang jika diabaikan akan mengurangi efektifitas pekerjaan atau perkataan kita.
Thrifty (hemat) : Membiasakan diri dan orang lain untuk menggunakan dana dengan tujuan memenuhi kebutuhan bukan keinginan.
Tolerant (tak mudah menghakimi/bersifat toleran) : Menyadari bahwa setiap orang berada pada tingkatan yang berbeda dalam pembentukan Karakter.
Truthful (Jujur/berkata jujur) : Memperoleh kepercayaan dengan melaporkan fakta yang sebenarnya secara akurat.
Virtuous (Saleh) : Memiliki dan mempertahankan nilai-nilai moral yang tinggi serta melakukan yang benar dengan Konsisten.
Wise (Bijaksana) : Melihat dan menanggapi kehidupan dari sudut pandang yang melampaui keadaan saat ini.

Sumber :
Ida S. Santosa, Character First.Majalah Rohani “Bahana” Edisi Mei 2008 Halaman 24-25.

Ditulis Ulang Oleh : Pdt Masada Sinukaban dan Baktiani Sri Melvina br Ginting.
UKSW Salatiga Jawa Tengah Mahasiswa Program Pasca Sarjana Jurusan Pastoral Dan Masyarakat.

Tidak ada komentar: