Selasa, 10 November 2009
Poin Penting
1. Mukzizat ini di catat dalam ke Empat INJIL, Matius 14:13-21, Markus 6 : 34-44, Lukas 9 : 10-17 dan Yohanes 6 :1-15.
2. Pentingnya Mukzizat ini meliputi sebagai berikut :
a. Mukzizat itu menunjuk kepada Tuhan Yesus sebagai Roti Hidup, Dialah yang memelihara baik tubuh maupun jiwa.
b. Ini membuktikan kuasa Tuhan Yesus untuk mengadakan Mukzizat.
c. Ini merupakan contoh belas kasihan Tuhan Yesus terhadap kebutuhan orang yang memerlukan pertolongan.
d. Ini mengajarkan bahwa sedikit yang kita miliki, dapat dijadikan berkelimpahan apabila dipersembahkan kepada Tuhan Yesus dan diberkati olehNya.
Karena itu AKU berkata kepadamu : janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan jangan kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pakaian? Matius 6 : 25
Tetapi Carilah dahulu Kerajaan Allah dan Kebenarannya, maka semuanya itu akan di tambahkan kepadamu. Matius 6 : 33
Tak terbatas kuasaMu Tuhan!!
Mukzizat itu nyata!!
Haleluya, Haleluya, Haleluya!!
Tuhan Yesus Memberkati AMEN!!
Pdt Masada Sinukaban
Kesaktian Peduli Generasi Indonesia
(Duta Perdamaian Dunia dari Maine)
Samantha Reed Smith lahir pada 29 Juni 1972 di Manchester, Maine, Amerika Serikat. Ia adalah bocah yang mengirim surat kepada Presiden Soviet, Yuri Andronov, pada Desember 1982. Dalam suratnya ia bertanya: Betulkah Uni Soviet akan menyerang Amerika?
Andronov terharu membaca surat itu, lalu mengundang Samantha untuk berkunjung ke Soviet. Sekalipun Andronov tidak menemui Samantha, yang disebutnya Duta Perdamaian cilik, tapi ia memberikan kehormatan pada bocah Amerika itu. Samantha di elu-elukan bak Pahlawan.Ternyata Orang Rusia sama sekali tak ingin berperang, kata Samantha sekembalinya dari Soviet.
Sejak itu Samantha menjadi popular. Wajahnya sering muncul di Koran dan layar televise. Awal januari 1984, ia menjadi pembicara Simposium International mengenai Anak-anak di Kobe, Jepang. Saya bermimpi bahwa pada tahun 2001 nanti, di sekeliling kita yang ada hanya sahabat, tak ada Negara yang berperang, tidak ada permusuhan, dan tidak ada lagi pengeboman, demikianlah harapannya.
Awal tahun 1985 lalu, Samantha memulai debutnya di Dunia hiburan dengan membintangi film televise Line Street. Ia juga menulis buku tentang lawatannya ke Soviet dengan judul “Journey to The Soviet Union”. Sayangnya, ia keburu tewas dalam sebuah kecelakaan Pesawat pada 25 agustus 1985 sebelum sempat menikmati semua jerih payahnya. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi banyak Orang. Mikhail Gorbachev, pemimpin Uni Soviet (kini Rusia) saat itu menulis surat belangsungkawa, Setiap Orang di Uni Soviet akan mengenang seorang Gadis Amerika yang bagaikan jutaan Pemuda-I Soviet, Mengimpikan damai.” Sedangkan Presiden Ronald Reagan menulis pesan yang berbunyi, “jutaan orang Amerika berbagi beban kesedihan, mengingat, dan menghargai senyum dan idialismenya.”
Perjuangan Samantha mewujudkan “Perdamaian Dunia” mendapat Apresiasi beragam. Pemerintah Uni Soviet membuat sebuah Perangko bergambar dirinya dan membangun Monument di Moskow. Sementara itu, Pemerintah Negara bagian Maine menetapkan setiap hari senin pertama dibulan Juni sebagai hari Samantha Smith dan sebuah patung dirinya ada di Maine State Museum. Sebenarnya, masih banyak “Orang-orang” yang mau dan rela menjadi ”Duta-duta Perdamaina Dunia”!! Bukan hanya Samantha Smith saja, tapi banyak lagi yang lain, ada Moter Teresa dari Calkutta India, Uskup Belo dari Timor Leste, Pdt Martin Luter King dari AS, Paus Paulus Johannaes II dari Vatikan, RM Mangun Wijaya dari Indonesia dan sebagainya. Nah, sekarang yang paling kita butuhkan adalah bagaimana kita bisa menjadi “Corong” Perdamaian bagi Dunia!! Mari katakan!! Kami Cinta Perdamaian dan Kami Anti Kekerasan!!!
Firman TUHAN : “Berbahagialah Orang yang membawa Damai, karena mereka akan disebut anak-anak ALLAH” Matius 5 :9
Artikel ini diangkat dari Sebuah Renungan Pagi : Penerbit Andi Jogjakarta.
Pdt Masada Sinukaban : Kesaktian Peduli Generasi Indonesia - Salatiga-Jawa Tengah
Minggu, 11 Oktober 2009
Sumber kehebohan
Akhir-akhir ini kekristenan kembali diguncangkan oleh heboh penemuan yang diduga makam keluarga Yesus di Talpiot, sebelah timur Yerusalem. Penemuan yang dipelopori oleh Otoritas kepurbakalaan Israel (Israel Antiquities Authority-IAA) pada tahun 1980 ini menjadi heboh pada maret 2007 semenjak ditayangkannya film The Lost Tomb of Jesus (LTJ) oleh Discovery Channel dan Vision TV di Amerika dengan sutradaranya Simcha Jacobavici. Film terdahulunya dari BBC dalam bentuk film documenter yang ditayangkan pada tahun 1996, telah pula menimbulkan kehebohan. Kehebohan ini disusul dengan diterbitkannya buku karya James Tabor dengan judul, The Jesus Dynasty:The Hidden History of Jesus, His Royal Family and the Brith of Christianity (2006). Kemudian setahun kemudian yaitu tahun 2007, Simcha Jacobovici menuliskan buku bersama Charles Pellegrino dengan judul, The Jesus Family Tomb: the discovery, the investigation, and the Evidence That Could Change History.
“Mereka umumnya menolak kesimpulan bahwa makam itu makam keluarga Yesus Nazaret”
Mengapa heboh?
Makam Talpiot sendiri merupakan hasil ekskavasi pihak kepurbakalaan Israel. Saat ditemukan, ada sepuluh osuari (peti untuk tulang) dan sejumlah tulang tanpa osuari. Dari enam osuari yang ada-dari total 10 osuari-sebanyak 5 osuari berinskripsi bahasa Ibrani dan satu berinskripsi bahasa Yunani. Mengapa penemuan makam Talpiot yang kemudian dikemas dalam berbagai tulisan yang mengatasnamakan keilmiahan serta ditayangkan dalam bentuk film documenter menjadi suatu kehebohan bagi dunia Kristen? Pertama, klaim James Tabor penulis buku The Jesus Dynasty: The Hidden History of Jesus, His Royal Family and the Birth of Christiany bahwa Yesus tidak bangkit dari kematian dan Dia lahir dari hubungan gelap antara Maria dengan Tiberius Julius Abdes Phantera seorang prajurit Romawi. Bahwasanya Yesus tidak sedikitpun menampakkan sifat keilahian. Keberadaan Yesus adalaha sebagai pemimpin revolusi Jahudi atas penjajahan Romawi. Revolusi Yesus dikerjakan bersama keluarga Yesus atau Dinasti Yesus yang terdiri dari Maria, Yohanes Pembabtis, Yakobus Ben Klofas, Yoses Ben Klofas, Yudas Ben Klofas, Simon Ben Klofas. Tulisan Tabor di inspirasi oleh penemuan makam Talpiot tahun 1980-an. Kedua, dalam film The Lost Tomb of Jesus (LTJ) dikesankan diarahkan pada suatu kesimpulan bahwa penemuan makam Talpiot adalah makam keluarga Yesus. Bahkan dalam film tersebut ditayangkan penelitian dan uji DNA terhadap sejumlah tulang yang diduga tulang Yesus dan Maria. Ketiga, kehebohan ini diramaikan dengan ditemukannya peti mati Yakobus oleh Oded Golan yang diperolehnya dari pasar gelap barang-barang antik pada tahun 1978 yang kemudian di publikasikan pada tahun 2002 melalui tulisan karya Andre Lemaire, seorang ahli epigrafi (ilmu mengenai huruf-huruf kuno) yang diterbitkan oleh majalah Biblical Archeology Review dengan editornya bernama Harshel Shanks. Dalam bagian luar peti mati tersebut tertulis huruf yang diduga Aramaik dengan frasa, “Ya’akov bar Yosef akhui Yeshua” (Yakobus Putra Yusuf Saudara Yesus). Kemudian berkembang anggapan bahwa peti ini merupakan bagian dari osuari ke 10 yang hilang di makam Talpiot. Ketiga hal diatas dirangkai menjadi suatu teori yang terlihat akurat, valid yang menyatakan bahwa Yesus wafat dan dikuburkan di Talpiot. Dia tidak mengalami kebangkitan karena tulang-tulangnya telah ditemukan. Kekristenan telah memiliki anggapan yang salah prihal Keilahian dan Kebangkitan Yesus dari Kematian.
APA YANG SEBENARNYA TERJADI?
Akibat berbagai tayangan film documenter The Lost Tomb of Jesus (LTJ) yang menghebohkan tersebut, dimana didalamnya mengakibatkan sejumlah pakar arkeologi, muncullah berbagai protes dan kecaman dengan beredarnya film tersebut. Kecaman dan reaksi keras bukan dikarenakan adanya kebenaran dalam tayangan tersebut, melainkan banyaknya unsur manipulative dalam materi film tersebut. Adji A.Sutama dalam bukunya, Yesus tidak bangkit? Menyingkap rekayasa Yesus historis dan makam talpiot (2008) mengupas antara praktek manipulative pembuatan film documenter The Lost Tomb of Jesus (LTJ) dalam hal berikut: pertama, dalam film tersebut ditayangkan adegan penelitian DNA pada tulang Yesus dan Maria dalam osuari oleh Stefen Cox seorang ahli forensik. Namun dalam papernya berjudul, A Forensic Science Abalysis of “The Lost Tomb of Jesus” Documentary (April 2007), beliau menyangkal telah melakukan hal tersebut. Yang terjadi bahwa Cox mengambil sampel material pada osuari untuk analisis miskroskopik atas kandungan material osuari. Bahkan Cox sendiri tidak diberi tahu tujuan perekaman saat dirinya mengambil sampel osuari, sehingga tiba-tiba ditayangkan dalam film documenter tersebut dan dikomentari oleh narator sebagai pengujian atas DNA (hal 220). Kedua, sampel yang dibawa oleh Cox untuk diteliti, diambil oleh Jacobovici sang sutradara film documenter, tanpa sepengetahuan Cox. Bahkan dalam film documenter itu sendiri tidak ditemukan adegan dimana Cox menyerahkan hasil yang dianggap tes DNA tersebut kepada Jacobovici (hal 221). Ketiga, baik jacobovici (sutradara film The Lost Tomb of Jesus) dan James Tabor (Penulis The Jesus Dynasty) telah memberikan informasi yang salah mengenai status penemuan osuari Yakobus. Dalam tayangan film, tulisan buku dan disitus promosi film tersebut dikatakan bahwa osuari ke-10 dari makam talpiot hilang dan kemudian ditemukan sebagai osuari Yakobus, padahal penemuan osuari Yakobus ini terpisah dari penemuan makam Talpiot. Amos Kloner dan Joe Zias yang diberi wewenang oleh Otoritas Kepurbakalaan Israel (Israel Antiquities Authority-IAA) telah membantah pernyataan mereka berdua. Dua ahli purbakala ini menyatakan bahwa osuari ke-10 tidak hilang melainkan polos, tidak mempunyai dekorasi maupun inskripsi, sehingga tidak dimasukkan dalam catalog yang dibuat oleh LY.Rahmani seorang arkeologi Israel yang menerbitkan Catalogue of Jewish Ossuaries (1994), namun osuari ini tercatat dalam dokumentasi IAA dengan nomor 80.509 dan sudah dibuat laporannya dalam jurnal Atiqot XXIX 1996 dengan judul “ A Tomb with Inscribed Ossuaries in East Talpiyot, Jerusalem”. Berkaitan dengan penemuan osuari Yakobus, pihak IAA pada 18 juni 2003 sudah memberikan pernyataan resmi bahwa osuari yang ditemukan memang asli buatan Abad pertama namun inskripsi tulisannya palsu karya Oded Golan, seorang warga Israel penjual barang dan artefak kuno (hal 225-227).
Dari kajian yang dilakukan Adji A. Sutama, beliau berkesimpulan mengenai penemuan makam Talpiot sbb: “para pakar dari berbagai bidang pada umumnya berpendapat bahwa makam Talpiot di Yerusalem masih terlalu dini untuk disimpulkan sebagai makam keluarga Yesus Nazaret. Mereka umumnya menolak kesimpulan bahwa makam itu makam keluarga Yesus nazaret. Makam itu adalah makam keluarga Yahudi pada umumnya, yang anggota keluarganya memiliki nama Yahudi yang umum. Jadi, “Yeshua bar Yehosef” yang dimakamkan bukanlah Yesus dari Nazaret” (hal 198)
APAKAH PENEMUAN MAKAM TALPIOT, ANCAMAN BAGI KEKRISTENAN?
Heboh penemuan makam Talpiot mengingatkan kita pada serangan yang ditujukan pada iman Kristen beberapa ratus tahun sebelumnya yang dihembuskan oleh Mirza Ghulam Ahmad pendiri sekte Islam Ahmadiyah. Gulam Ahmad berpandangan bahwa Yesus tidak wafat dengan cara dipakukan dikayu salib melainkan hanya di gantung dikayu salib dalam keadaan mati suri. Kemudian ia diturunkan oleh murid rahasianya dan disembuhkan dengan diberi rempah-rempah kemudian mengungsi ke Khasmir India serta mati dalam usia 120 tahun disana.
Ghulam Ahmad dan pengikutnya sampai hari ini meyakini bahwa kuburan keramat dengan nama Yus Asaf di distrik Khayar dipusat ibukota Khasmir, Srinagar. Namun sebelum Ghulam Ahmad sampai pada kesimpulan tersebut, dia telah memproklamirkan terlebih dahulu pada tahun 1891 melalui bukunya yang berjudul, “Izala Auham” bahwa letak kuburan Yesus ada di Galilea. Kemudian pada tahun 1894 dia menulis buku berjudul Ittemam-ul-Hujjat dan berpendapat bahwa kuburan Yesus ada di Syiria. Dan akhirnya pada tahun 1902, Ghulam Ahmad MEMASTIKAN BAHWA KUBURAN Yesus ada di Srinagar (Jesus in Ahmadiah, www.wikipedia.org). beberapa bukti ditunjukkan untuk meyakinkan bahwa kuburan Yus Asaf adalah Kuburan Yesus sebagaimana direkam dibawah ini (www.gustrisehat.multiply.com.).
Berkaitan dengan temuan makam di Talpiot yang kemudian dihubung-hubungkan dengan makam Yesus dari Nazaret, oleh sekelompok orang yang mengklaim dirinya pakar kitab suci dan arkeologi, maka klaim Ghulam Ahmad mengenai kuburan Yesus di Srinagar, menarik untuk di konvergensikan. Mana yang benar dari penemuan tersebut? Apakah Yesus benar-benar wafat dan tidak bangkit kembali dan tubuhnya di baringkan di Talpiot Yerusalem atau dia mati suri kemudian menyingkir dan mati di Srinagar? Dari pada kita membiarkan diri kita dibingungkan oleh berbagai argumentasi yang menyesatkan diseputar berbagai serangan terhadap iman Kristen dengan mendasarkan dan mengatasnamakan penemuan ilmiah, biarlah kita melihat berbagai “interprestasi manipulatif” terhadap data dan fakta melalui satu tempat atau satu benda saling beradu klaim. Dari klaim-klaim yang tidak sepakat tersebut kita sudah dapat pernyataan-pernyataan mereka mengenai pribadi Yesus Sang Mesias. Hal ini akan semakin menarik jika asumsi Dan Brown yang menulis novel kontraversi Da Vinci Code dilibatkan dalam perseteruan interprestasi lawan-lawan Kristen ini. Bukankah Dan Brown beranggapan bahwa Sophie Neveu adalah pewaris garis keturunan Yesus melalui perkawinannya dengan Maria Magdalena? Sophie Neveu menurut novel Da Vinci Code tinggal di Paris dimana makam Maria berada. Adji A.Sutama memberikan komentarnya, “DNA Sophie Neveu ini tentunya dapat dijadikan rujukan untuk mencari Tulang Yesus atau keluarga Yesus, entah di Talpiot atau dimanapun juga. Tanpa Sophie Neveu, semua tulang di Talpiot atau seluruh Palestina sulit dipastikan sebagai tulang Yesus Nazaret atau keluarga-Nya. Jadi, Jacobovici dan kawan-kawan seharusnya bekerja dengan Dan Brown” (Hal 224). Jika pernyataan Adji ini diperluas pada klaim Ghulam Ahmad, kita akan menyaksikan suatu kerumitan dan perselisihan diantara mereka yang mengklaim menemukan kubur Yesus. Alih-alih penemuan makam Talpiot, yang dianggap sbagai ancaman terhadap doktrin kekristenan justru sebaliknya penemuan makam Talpiot, jika benar-benar milik Yesus dan keluarganya harus diperhadapkan pada berbagai dalil dan penemuan yang akan menantangnya, yaitu asumsi Dan Brown dan asumsi Ghulam Ahmad.
BAGAIMANA SIKAP KITA?
Sementara kita tinggalkan dulu kerumitan yang bakal dihadapi lawan-lawan Kekrisrenan dalam meyakinnkan mana temuan dan argumentasi mereka yang dianggap paling valid, marilah kita kembali kepada pernyataan yang digemakan ribuan tahun lampau sebagai ungkapan iman terhadap peristiwa penyaliban dan kebangkitan Yesus mengalahkan maut pada hari yang ke tiga. Rasul Paulus dalam 1 Korintus 15:3-8 menyatakan sebagai berikut:
“Sebab yang sangat penting telah kusampaikan padamu, yaitu apakah yang telah kau terima sendiri, ialah bahwa (Mesias) telah mati karena dosa-dosa kita, sesuai dengan kitab suci, bahwa Ia telah dikuburkan, dan bahwa Ia telah dibangkitkan, pada hari yang ke tiga, sesuai dengan kitab suci; bahwa ia telah menampakkan diri kepada Kefas dan kemudian pada kedua belas murid-Nya. Sesudah itu Ia menampakkan diri kepada lebih dari lima ratus saudara sekaligus; kebanyakan dari mereka masih hidup sampai sekarang, tetapi beberapa diantaranya telah meninggal. Selanjutnya Ia menampakkan diri kepada Yakobus, kemudian pada semua rasul. Dan yang paling akhir dari semuanya Ia menampakkan diri juga kepadaku, sama seperti anak-anak yang lahir sebelum waktunya”.
Sekalipun Rasul Paulus bukan saksi mati langsung peristiwa tersebut namun Rasul Paulus mengalami perjumpaan secara metafisik dengan Yesus yang bangkit dari kematian. Yesus mengubah hidup Paul dari penganiaya jemaat Mesias menjadi pewarta mengenai kebangkitan Mesias. Dalam suratnya Paulus menghubungkan peristiwa monumental yang diperbuat Yesus memiliki rujukan dalam TaNaKh sebagai nubuatan terhadap karya Mesianis-Nya.
Rasul Paulus menjelaskan dengan struktur berita yang sistematis dalam 1 Korintus 15:3-8 mengenai historitas dan kebangkitan Yesus sbb:
1 Yesus mati sesuai dengan Kitab Suci
Kitab Suci mana yang dimaksud oleh Rasul Paulus? Kitab TaNaKh atau Torah, Neviim dan Kethuvim. Ada ratusan nubuat tentang Mashiah dalam Perjanjian Lama. Dalam Yesaya 53:2-8 dipaparkan mengenai penderitaan yang harus dialami oleh Mashiah yang berujung pada kematian-Nya. Dikatakan:
‘Ia dihina dan dihindari orang, seorang yang penuh kesengsaraan dan yang biasa menderita kesakitan; Ia sangat dihina, sehingga orang menutup mukanya terhadap dia dan bagi kitapun dia tidak masuk hitungan… Tetapi dia tertikam karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh’ (ay 3,5).
Kitab-kitab Injil memberi kesaksian bagaimana Yesus melepaskan nyawa kemanusiaanNya dengan berseru ‘Eli-Eli lama sabakhtani?’ (Mat 27:46) dan Dia menyerahkan nyawa-Nya (Mat 27:50).
2 Yesus telah dikubur sesuai dengan Kitab suci
Selanjutnya, dalam Yesaya 53:9 dikatakan, ‘Orang menempatkan kuburnya diantara orang fasik dan dalam matinya ia ada diantara penjahat-penjahat sekalipun ia tidak berbuat kekerasan dan tipu tidak ada dalam mulutnya’. Kitab injil menyaksikan bagaimana saat Yesus disalibkan ada dua orang penyamun dikiri dan kanan-Nya (Mat 27:44, Mrk 15:32). Dan kitab-kitab injil menyaksikan bagaimana para murid menurunkan Yesus dari kayu salib dan menguburkanNya (Mrk 15:42-47).
3 Yesus telah bangkit sesuai dengan Kitab Suci
Selanjutnya dikatakan, ‘Sesudah kesusahan jiwanya ia akan melihat terang dan menjadi puas; dan hambaKu itu sebagai orang yang benar akan membenarkan banyak orang oleh hikmatnya dan kejahatan mereka dia pikul’ (Yes 53:11) Injil mencatat bahwa pada hari yang pertama, Yesus telah bangkit (Luk 24:1-3) dalam kubur yang gelap kemudian Yesus bangkit melihat terang.
4 Telah menampakkan diri kepada Kefas, dua belas murid, kepada Yakobus, kepada lima ratus orang dan kepada Paulus
Penampakan Yesus setelah bangkit dari kematian merupakan bukti bahwa dia adalah junjungan Agung – Kurios/Adoni - . Dia adalaah Kebangkitan dan Hidup (Yoh 11:25). Karena Dia berkuasa memberi Hidup (Yoh 5:24), maka Dia dapat mengambil kehidupan untuk diri-Nya. Rasul Paulus menegaskan, ‘Tetapi andaikata Ha Mashiah tidak dibangkitkan, maka sia-sialah pemberitaan kami dan sia-sialah juga kepercayaan kamu’ (1Kor 15:14). Penampakan Yesus selama empat puluh hari sebelum naik ke sorga, dilakukannya pada banyak saksi. Dia bukan hantu, karena tanganNya dapat diraba dan berlubang (Yoh 20:26-28).
Saksi-saksi yang ditemui Yesus itu adalah sumber terdekat dan terpercaya bagi penulis Injil, selain para murid yang kedua belas. Dengan demikian, validitas historis peristiwa salib tidak mengalami distorasi karena jarak waktu penulisan dari sumber informasi penulisan. Rasul Paulus menerangkan, ‘…kebanyakan dari mereka masih hidup sampai sekarang, tetapi beberapa diantaranya telah meninggal’ (1Kor 15:6).
Jika Yesus tidak bangkit dari maut, untuk apa kita mempercayai bahwa Dia adalah Mesias dan Tuan yang berkuasa atas maut? Kebangkitan Yesus dari maut meneguhkan kepercayaan terhadap Kemesiasan dan Keilahan-Nya. Oleh karenanya, setiap pernyataan, pemberitaan yang seolah-olah hendak memaparkan kebenaran dengan dalih keilmiahan, sesungguhnya menyimpan agenda terselubung yang berada jauh dialam bawah sadar mereka dan menyelinap didalam pikiran mereka dalam bentuk pra paham tertentu bahwa manusia tidak memerlukan Juruselamat. Oleh karenanya pernyataan bahwa Yesus adalah Juruslamat yang mengalahkan maut, harus dikuburkan memalui berbagai kajian, analisis, interprestasi-interprestasi terhadap berbagai penemuan yang dianggap mendukung keyakinannya.
Penemuan makam Talpiot bukan ancaman bagi doktrin Kristen yang mengalaskan kepercayaannya pada Kebangkitan Yesus dari Kematian. Biarlah para ahli bekerja dengan jujur untuk mengungkapkan identitas kepemilikan dari makam Talpiot berikut asal usul dari tulang belulang yang ditemukan dalam osuarium tersebut. Bukan tidak mungkin bahwa penemuan makam Talpiot justru pada akhirnya akan mengubur untuk selamanya berbagai perlawanan atas kebangkitan Yesus dari Kematian, dengan ditemukannya fakta-fakta baru yang meneguhkan berita Injil.
JAWAB YESUS KEPADANYA : AKULAH KEBANGKITAN DAN HIDUP, BARANG SIAPA YANG PERCAYA KEPADAKU IA AKAN HIDUP WALAUPUN IA SUDAH MATI. YOHANES 11:25
AKULAH JALAN DAN KEBENARAN DAN HIDUP, TIDAK ADA SEORANGPUN YANG DATANG KEPADA BAPA KALAU TIDAK MELALUI AKU. YOHANES 14:6
SEBAB MESIAS-MESIAS PALSU DAN NABI-NABI PALSU AKAN MUNCUL DAN MEREKA AKAN MENGADAKAN TANDA-TANDA DASYAT DAN MUKZIZAT-MUKZIZAT, SEHINGGA SEKIRANYA MUNGKIN, MEREKA MENYESATKAN ORANG PILIHAN JUGA. MATIUS 24: 24
TETAPI ROH DENGAN TEGAS MENGATAKAN BAHWA PADA WAKTU-WAKTU KEMUDIAN, ADA ORANG YANG AKAN MURTAD LALU MENGIKUTI ROH_ROH PENYESAT DAN AJARAN SETAN-SETAN. I TIMOTIUS 4:1
BANYAK NABI PALSU AKAN MUNCUL DAN MENYESATKAN BANYAK ORANG. MATIUS 24 : 11
TUHAN YESUS MEMBERKATI!!
“Penampakan Tuhan Yesus setelah bangkit dari kematian merupakan bukti bahwa DIA adalah Junjungan AGUNG
Sumber : ALKITAB Dan Majalah SUKA Edisi 2009 Volume III Hal 34-43
Teguh Indarto, M.Th
Pdt Masada Sinukaban dan Baktiani Sri Melvina Br Ginting
KESAKTIAN PEDULI GENERASI INDONESIA
Sabtu, 10 Oktober 2009
Apakah kamu peduli??
(Sebuah refleksi mengenai korban yang tertimpa musibah saat kota Padang terguncang)
Manusia saat ini melulu berbicara mengenai keadilan, menutut hak yang selalu diperdebatkan, berbicara tentang moral. Namun apakah sesungguhnya artinya semua itu tanpa ada introspeksi bagi diri manusia itu sendiri? “Lah itu khan urusan loe? Yang penting gw gak ikut-ikutan toh!!, lagi, “itu sich derita lo, sm gw gak da masalah kok!!”. Ucapan ini sering terbayang ketika sikap ke-egisan kita menggebu-gebu dalam otak manusia. Tanpa berpikir panjang, merayakan “kekayaan-nya sendiri, dan tidak peduli terhadap orang lain. Satu kalimat yang saya petik dari seorang dosen, berbunyi seperti ini : “Keindahan hidup tidak dinilai dari seberapa besar kebahagiaan yang anda alami, tapi keindahan hidup ternilai dari seberapa banyak orang yang bahagia karena kehadiran anda ditengah-tengah mereka”. Lalu pertanyaan pun muncul, apakah keindahan itu diukur hanya dari kebahagian hidup? Saya berani menjawab, YA!, alasanya : bagaimana anda dapat menikmati keindahan tanpa ada kebahagiaan dalam hidup anda? Jemaat mula-mula (Kis 4:32-35) rela membagikan harta-hartanya untuk dibagikan kepada orang yang membutuhkan. Mereka (Jemaat Mula-mula) menjual rumah, tanah, dan seluruh kepunyaannya itu untuk diserahkan kepada rasul dan para rasul yang membagikannya kepada manusia yang kelaparan dan tertindas. Apa reaksi anda mendengar kisah ini? Jemaat mula-mula memperlihatkan bagaimana kita sebagai orang yang beriman untuk saling topang menopang dalam kesusahan. Mereka percaya bahwa harta yang telah ia kumpulkan dan bagikan itu adalah milik TUHAN dan akan menerima berkat jauh lebih baik dari apa yang mereka percayakan. Terlalu baik bukan? TUHAN tidak bodoh, dalam konteks saat ini, TUHAN tidak menyuruh kita untuk menjual seluruh harta kita dan membagikanNya untuk orang yang tidak mampu. Tapi TUHAN inginkan, minimal kita ingat akan tugas kita hidup didunia adalah sementara, dan hidup saling tolong menolong. Sebagian harta kita yang kita miliki, bila kita memberikannya dengan sepenuh hati, itu sudah melaksanakan tugas dan tanggung jawab kita sebagai anak ALLAH.
Seberapa besar rasa peduli kita? Pertanyaan seperti ini kerap dijumpai dalam pertanyaan pendeta ketika berdiri dimimbar ibadah Minggu. Yang saya amati, jemaat tidak ada yang menjawab dan tersenyum manis. Menurut hemat saya, Oh.. mungkin mereka menjawabnya dalam hati. Munculnya kepedulian yang ada pada kita yaitu ketika kita sadar bahwa seluruh yang kita miliki bukan milik kita seluruhnya, Diakonia, mengerti dan memahami akan definisi KASIH, dan sebagainya. Tapi seluruh itu tidak menjamin ketika kita hanya bicara saja “Hey, loe tau gak!! Gw ini peduli loh” (tapi itu hanya ngomong saja). Sikap kepedulian tidak hanya diucapkan, tapi juga diwujudnyatakan. Gempa yang terjadi baru-baru ini membuka mata hati kita untuk saling memperhatikan, saling peduli satu dengan yang lain, memberi, dan masih banyak lagi. 7,6 SR bukan gempa kecil, manusia dan infrastruktur turu menjadi korban, “KAMI TURUT PRIHATIN SAUDARAKU.. DENGAN KEKUATAN DAN KESANGGUPAN KU KAMI DATANG MERINGANKAN BEBANMU. Saatnya kita beraksi saudara!! Bantu saudara kita yang menjadi korban agar penderitaan yang mereka alami berkurang. Saluran bantuan dapat anda kirim langsung melalui
BRI Cabang Padang
No Rek : 0058.01.055424.50.3
a.n : Tim Peduli Bencana GBKP Padang
“KETIKA AKU SAKIT ENGKAU DATANG MELAWAT AKU”
MATIUS 25:36 D
Salam hangat :
Pdt Masada Sinukaban dan nora
Imanuel Ginting Suka
PERMATA Sektor Salatiga
Kamis, 17 September 2009
Hari tanpa tembakau sedunia tanggal 31 Mei 2009 yang lalu, Dunia Internasional mengangkat tema “Tobacco Health Warning”, pada siaran Smart Consummers edisi 29 Juni 2009, bersama dengan YLKI RPK fm menyiarkan obrolan yang bertopik “Kemiskinan yang ditimbulkan tembakau, serta malnutrisi yang ditimbulkan oleh konsumsi tembakau.” Kesadaran ini didasari arahan WHO akan peringatan “Bahaya Merokok” kepada Pictoral Health Warning. Pada siaran yang dipandu Boaz Simanjuntak tersebut, bersama Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia, RPK fm, mengkritisi akan peringatan “Bahaya Merokok” yang masih sebatas peringatan “Bahaya Merokok” dalam rangkaian kata-kata. Dalam perbincangan yang menghadirkan Tulus Abadi dari YLKI ini, juga mengingatkan kita bahwa peringatan “Bahaya Merokok” itu, ternyata juga masih diletakkan dibagian belakang dari bungkus rokok yang diperdagangkan.
Peringatan yang tidak efektif ini tentunya juga menunjukkan ketidak seriusan Pemerintah dalam menyehatkan masyarakat Indonesia untuk menjauhi keberadaan tembakau dari kehidupan masyarakat. Padahal, kalau melihat peringatan-peringatan “Bahaya Merokok” yang diterapkan oleh Negara-negara tetangga di kawasan Asia Tenggara ataupun juga Negara-negara sahabat di Negara-negara maju, peringatan “Bahaya Merokok” pada bungkus rokok sudah menggunakan gambar segala penyakit yang diakibatkan dari merokok. Dan perlu diketahui juga bahwa rokok produksi di Indonesia yang diperdagangkan di Negara-negara tersebut, sudah membuat kemasan yang diletakkan peringatan “Bahaya Merokok” dengan gambar. Yang memiliki ukuran sebesar 50% dari bungkus rokok, dan diletakkan di depan kemasan. Tentunya hal ini menimbulkan pertanyaan serius tentang keseriusan Pemerintahan sekarang ini untuk menyehatkan keberadaan Masyarakatnya.
Saat ini peranan nyata Pemerintahan Indonesia masih menggunakan PP no.19/2003, yang bila disadari bahwa, kerangka konvesi pengendalian dampak tembakau yaitu, FCTC atau framenwork convention on tobacco control. Telah menjadi hukum internasional. Dan seharusnya Indonesia sebagai actif state party dan legal drafter, sudah melakukan ratifikasi FCTC tersebut, seperti yang telah dilakukan oleh 164 negara.
Adalah hal yang luar biasa bila Pemerintahan Indonesia tetap membiarkan keberadaan Indonesia sebagai Negara konsumen tembakau nomor tiga terbesar di dunia setelah Cina dan India. Reputasi ini rupanya juga belum menggoyahkan Pemerintah Indonesia yang seharusnya memberlakukan tembakau sebagai “Candu” karena, rokok adalah produk yang dikenai cukai dengan nilai dari 10%-30%. Itu memiliki arti bahwa, rokok merupakan produk “Produk yang berdosa” atau “Sin Tax” yang maksudnya adalah agar Masyarakat tidak dengan mudah mendapatkan keberadaan penjualan tembakau dalam bentuk rokok. Seharusnya Pemerintah memasukkan rokok dalam kategori “Bahan Adiktif lainnya” dalam kerangka NARKOBA. Hal ini memang pantas, mengingat akses sangat bebas untuk mendapat rokok, hingga trend prevelensi perokok Muda sangat tinggi, disamping, 70% Perokok Indonesia yang jumlahnya 60 juta Jiwa, yang terkategorikan ke dalam Orang Miskin, baik sebagai produk kota dan ataupun juga Penduduk Desa.
Dalam interaktif yang terjadi dengan para pendengar saat itu, pendengar RPK yang disapa dengan sahabat RPK mengharapkan YLKI untuk berperan aktif mensosialisasikan “Bahaya Merokok” menyebabkan penyakit stroke tersebut. Dan memang selain Stroke, YLKI dan Lembaga-lembaga Sosial yang begitu perduli, memang juga terus berjuang untuk mendorong ratifikasi tersebut diatas. Selain itu juga, Depertemen Kesehatan dan Badan Pengawas Obat dan Makanan atau BPOM saat ini masih merancang ulang peringatan kesehatan yang ada di bungkus rokok terhadap apa yang ada dalam PP no 19/2003, agar bisa tampil lebih jelas, lebih tegas, menunjukkan langsung akibat yang ditimbulkan. Dan Pemerintah saat ini, masih membiarkan Indonesia sebagai satu-satunya Negara Asia yang belum menandatangani FCTC, apa lagi meratifikasi. Selain itu juga, interaksi lainnya mengangkat permasalahan pandangan kondisi ini sebagai lingkup edukasi terhadap Masyarakat dalam masalah rokok. Seperti halnya keberadaan sponsor “Olahraga” saja oleh rokok, yang begitu Nampak memutar balikkan dari kenyataan yang ada, yaitu rokok yang bisa “Menghancurkan Kesehatan dan Olahraga” yang meningkatkan kesehatan manusia. Dan pada sisi lain, cukai yang dibayar Perokok itu, sebenarnya beranjak dari Kalangan MISKIN!. Jumlah cukai sebesar 50 juta trilyun rupiah, yang hal ini berarti bila diambil 1 trilyun saja maka pembiayaan terhadap olahraga dan kegiatan menyehatkan ini dibiayai oleh industry rokok yang bisa hilang sama sekali.
Dengan posisi Indonesia yang masih belum meratifikasi FCTC serta RUU pengendalian tembakau yang masih belum jelas ini, edukasi atau legalitasi peraturan harus berjalan dan sejalan. Dengan peningkatan harga cukai rokok, pelarangan total iklan dan sponsor rokok, penyediaan kawasan tanpa rokok, dan peringatan dalam bentuk gambar pada kemasan rokok. Dan tentunya harus diberadakan paradigma bahwa, merokok bukan Kebiasaan tapi Adiksi!!
“BUKAN KAMU YANG MENGHISAP ROKOK, TAPI ROKOK YANG MENGHISAP KAMU!!!
STOP MEROKOK!!! SEKARANG JUGA!!!!STOP MEROKOK!!!
Pdt Masada Sinukaban
Kesaktian Peduli Generasi Indonesia
“Aku ingin kembali kuliah disana”, kata Hasniah Ujung (24). Perempuan asal Palopo, Sulawesi Tengah ini kemudian bercerita tentang kampus STT SETIA di Kampung Pulo, Jakarta Timur. Satu tahun sudah, Hasniah bersama Mahasiswa STT SETIA terpaksa tidup di bawah tenda-tenda di Bumi Perkemahan Pramuka (BUPETRA) Cibubur. Ditempat ini mereka mendiami 14 tenda yang masing-masing dapat menampung 50 orang.
Mereka tidur berselimutkan awan. Berteman nyamuk dan terpaksa harus menerima konsekuensinya; sakit. Apalagi musim hujan. Sejumlah penyakit akrab dengan para mahasiswa ini. Sebur saja sakit kepala, flu, pilek demam hingga tipus. Mulanya penderitaan ini masih bisa dimaklumi, karena banyak pihak yang bersimpati dan menemani perjuangan mereka kembali ke kampus. Tapi lambat laun simpati itu mulai berkurang bahkan nyaris padam. Ditengah suasana penerimaan mahasiswa baru, STT Setia melakukan refleksi, mengenang nasib mereka. Sejumlah kesedihan menyeruak. Termasuk kekecewaan akan nasib yang tidak untung meski keberadaannya tidak jauh dari pusat pemerintahan.
Nasib malang yang mereka lakoni ini disebabkan penyerangan terhadap kampus mereka. Kampus yang aman tentram itu diusik oleh segelintir orang yang bermotif permusuhan. Lewat aksi yang terencana, memaanfaatkan sentiment agama, sekitar 2000 mahasiswa STT Setia terpaksa dievakuasi aparat keamanan keluar dari kampusnya. Mereka kini hidup dengan kondisi memprihatinkan. Selain di Bupetra Cibubur. Sebagian mahasiswa menempati wisma Transito, Jakarta Timur. Sedangkan lainnya mengambil tempat di bekas kantor Walikota di Jakarta Barat.
RELOKASI KAMPUS
Sejak terusir dari kampusnya, pimpinan STT, sekalikgus pengurus yayasan Bina Setia Indonesia (YBSI) yang menaunginya berupaya mencari solusi. Upaya kembali kekampus nampaknya kandas. Selain situasi yang tidak memungkinkan, amuk massa yang mengancam berkobar menyebabkan pilihan ini mungkin ditempuh. Jadi relokasi sebagai solusi alternative. Sudah empat tempat dituju namun terhadang kendala. Misalkan lokasi seluas 1,8Ha di Cipayung, Jakarta Timur dan lahan seluas 1,5Ha di Kebon Nanas, Jakarta Timur yang batal ditindak lanjuti karena disebut Pemda sebagai wilayah yang tidak aman untuk STT berdiri. Begitu juga lokasi di Munjul, Ciracas seluas 1,8Ha. Sedangkan areal lain di Lippo Cikarang, diluar Jakarta masih di telaah lebih jauh.
Kesulitan ini semakin ditambah dengan kebutuhan hidup yang begitu berat. Untuk satu bulan, mereka yang tinggal Bumi Putera Cibubur membutuhkan kurang lebih 150 juta untuk mengadakan beras. Jumlah ini diluar lauk dan sayuran yang dibutuhkan manusia sehat. “Tetapi meski kondisi kami begini, tahun ajaran baru ini, kami menerima kurang lebih 300 mahasiswa baru,” kata Pdt Dr.Matheus Mangentang. Direktur STT Setia, usai ibadah STT Setia di pengungsian.
Memang meski dalam kondisi memprihatinkan, proses perkuliahan terus berjalan. Meski harus berkantor di bawah tenda. Berkuliah dibawah tenda. Berasrama dibawah tenda. Begitu juga dengan sejumlah fasilitas kampus. Perpustakaan yang begitu dibutuhkan terpaksa menempati ruangan di kantor ex-walikota Jakarta Barat. Dan ini begitu menyusahkan mahasiswa yang tengah menyelesaikan tugas akhir.
“Kami harus bolak balik ke kampus di Jakarta Barat”, keluh Hasniah. Kini mahasiswa program Pendidikan Agama Kristen itu telah menyelesaikan skripsinya. Bahkan telah diwisuda. Siap menuju tempat tugasnya di Landak, Kalimantan Barat. Meninggalkan keruwetan yang masih membelit kampusnya. Akan tetapi, keinginan untuk merasakan perkuliahan di kampus tercinta masih membara. Sebuah keinginan yang sulit tercapai. Tetapi minimal Hasniah dan teman-temannya masih punya cerita lain kepada orang yang akan dijumpai. Sebuah cerita tentang terusirnya “Anak Bangsa” dari Kampusnya.
Tuhan Yesus Memberkati!!
Sumber dari Majalah Rohani
Pdt Masada Sinukaban
Kesaktian Peduli Generasi Indonesia
untuk pt, dkn gbkp semarang
Pt/Dkn GBKP Rg Semarang Klasis Jakarta–Bandung, yang telah di Kukuhkan dan di Tangkuhkan Pada Kebaktian Minggu Tanggal 23 Agustus 2009 Oleh Pdt Esra Bukit S.Th di GBKP Rg Semarang Periode 2009-2014.
Pt Bakti Jos Ginting Dkn Nelliwati br Sembiring
Pt Julius Ketaren Dkn Teneng Ginting
Pt Kammis Sembiring Dkn Renhart Sembiring
Pt Kampion Kaban
Kami juga mengucapkan Selamat Melayani di GBKP Rg Semarang kepada Dkn Bani Israel Karo-karo dan Pt Em Seth Synalta Sitepu.
Kepada Seluruh Pt/Dkn Se GBKP yang di Kukuhkan dan di Tangkuhkan periode 2009-2014 kami juga mengucapkan Selamat, bagi Pt/Dkn yang belum atau tidak terpilih lagi, kami mengucapkan banyak terima kasih atas Pelayanan dan Pengabdian yang telah Pt/Dkn lakukan selama ini untuk Jemaat dan Gereja GBKP di Seluruh Indonesia.
Firman TUHAN :
IKorintus 3:6 “Aku menanam, Apolos menyiram tetapi ALLAH yang memberi pertumbuhan”
Wahyu 2:10c “Hendaklah engkau setia sampai mati, dan AKU akan mengaruniakan kepadamu Mahkota Kehidupan”
Matius 28:20b “Dan Ketahuilah AKU menyertai kamu senantiasa sampai kepada Akhir Zaman.
TUHAN YESUS KRISTUS MEMBERKATI!
Kami yang Mengasihimu
Pdt Masada Sinukaban/Baktiani Sri Melvina br Ginting Salatiga Jawa Tengah
Andy Natanael Ginting Manik SH. MM/Debora Ammy Novida Bangun Jakarta
Kesaktian Peduli Generasi Indonesia Salatiga Jawa Tegah